Friday, 11 July 2014

Peta Israel ‘dikepung’ Negara-Negara Arab (sejarah)



Peta ‘Tanah Suci 3 Agama’ Tempo Dulu ( 8 SM & 1 M)
Agama Yahudi, Kristen dan Islam sama-sama memiliki dan berkeyakinan bahwa Yerusallem merupakan tanah suci dan disucikan oleh Tuhan/Allah. Maka, selama berabad-abad, tanah suci ini menjadi rebutan oleh penguasa/kerajaan di masa lalu. Puluhan juta orang telah tewas akibat ingin menguasai tanah yang dijanjikan oleh Sang Penguasa.
Berjuta-juta jiwa manusia dan berton-ton darah mengalir deras mengisi tanah suci ’3 agama’ ini. Aroma dan energi peperangan ‘menghantui’ ‘the holy land’ hingga saat ini.
Peta ‘Tanah Suci 3 Agama’ Tempo Dulu ( 8 SM & 1 M)
Israel Abad 8 SM
Kerajaan Israel di masa Pem. Phonisia di tahun 830 SM
Peta Wilayah Tanah Yahudi di Abad 8 SM
Israel Abad I
Kondisi 'Tanah Suci 3 Agama' di Abad I
Peta Tanah Yahudi – Kristiani di Abad I
Peta ‘Tanah Suci 3 Agama’  Masa Kini (1947, 1967 dan Sekarang)
Wilayah
Wil. Palestina - Israel Setelah Perang 1947 (PBB)
Setelah Perang Palestina (dibantu negara Arab lain) dengan Yahudi di tahun 1947 berakhir dengan Pembagian Wilayah oleh PBB
Peta Israel 1967-2007
Tepi Barat & Jalur Gaza dan Israel Setelah Perang 1967
Peta Palestian dan Israel setelah Perang 1967 yang dimenangkan Israel
Warna hijau (Wilayah Palestina : Gaza dan Tepi Barat/West Bank)
Warna Putih-Kejinggaan (Wilayah Israel)
Israel Masa Kini
Wilayah Israel dan Palestina di Masa Kini
Wilayah Israel dan Palestina Saat Ini
Warna Coklat Muda : Palestina (Gaza, Tepi Barat/West Bank, )
Warna Coklat Muda : Dataran Tinggi Golan (sengketa Israel-Syria)
Warna Putih-Kejinggaan  : Israel
Rangkuman : “Metamarfosis” Wilayah Israel Palestina
Berikut adalah metamarfosis atau peruahan wilayah kekuasaan antara Israel dan Palestina sebelum perang 1947, sesudah perang 1947 melalui perjanjian PBB dan setelah perang enam hari 1967 hingga kini.
Metamarfosis Israel-Palestina
Metamarfosis Israel-Palestina
Peta Israel  ‘dikepung’  Negara-Negara Arab
Peta dibawah ini menunjukkan negara-negara yang berbatasan dan bertetangga dengan negara Israel.
Israel, Palestina dan Sekitarnya
Israel, Palestina dan Sekitarnya
Secara geografis, lebih 70% wilayah perbatasan Israel ‘dikepung’ oleh Mesir (Egypt), Yordania (Jordan), Libanon (Lebanon), Syria, dan Palestina. Sedangkan Arab Saudi berbatasan  dengan Semenanjung Sinai, Israel Selatan. Meskipun  dikelilingi oleh negara-negara Arab, Israel sukses memenangi perang melawan negara-negara Arab pada tahun 1947 dan perang enam hari 1967. Sekuat itukah militer Israel sehingga dapat mengalahkan pasukan Muslim di Arab??

Tiada UN & Sedikit PR, Finlandia Menjadi Negara dengan Sistem Pendidikan Terbaik





Beneran tuh min? Baru tau deh, kok bisa?

"The mediocre teacher tells, 
The good teacher explains, 
The superior teacher demonstrates, 
THE GREAT TEACHER INSPIRES !" (William Arthur Ward)

Tahukah Smansa lovers,  negara mana yang kualitas pendidikannya menduduki peringkat pertama di dunia? Jepang? Singapore? Amerika?
Bukan! Jawabnya adalah : Finlandia. Kualitas pendidikan di negara dengan ibukota Helsinki tersebut,memang luar biasa sehingga membuat iri semua guru di seluruh dunia.
Peringkat satu dunia ini diperoleh Finlandia berdasarkan hasil survei internasional yang komprehensif pada tahun 2003 oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Tes tersebut dikenal dengan nama PISA, mengukur kemampuan siswa di bidang Sains, Membaca, dan juga Matematika. Hebatnya, Finlandia bukan hanya unggul secara akademis tapi juga unggul dalam pendidikan anak-anak lemah mental. Ringkasnya, Finlandia berhasil membuat semua siswanya cerdas! Lantas apa kuncinya sehingga Finlandia menjadi negara dengan kualitas pendidikan nomor satu dunia?

Finlandia tidaklah mengenjot siswanya dengan menambah jam-jam belajar, memberi beban PR tambahan, menerapkan disiplin tentara, atau memborbardir siswa dengan berbagai tes. Sebaliknya, siswa di Finlandia mulai sekolah pada usia yang agak lambat dibandingkan dengan negara-negara lain, yaitu pada usia 7 tahun, dan jam sekolah mereka justru lebih sedikit, yaitu hanya 30 jam perminggu. Bandingkan dengan Korea, ranking kedua setelah Finnlandia, yang siswanya menghabiskan 50 jam per minggu. Lalu apa kuncinya? 
Ternyata kuncinya terletak pada kualitas guru! Guru-guru Finlandia boleh adalah guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka tidaklah terlalu besar. Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justru mendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan, dan hanya 1 dari 7 pelamar yang bisa diterima. Tingkat persaingan lebih ketat dibandingkan masuk ke fakultas bergengsi lain seperti fakultas hukum atau kedokteran! Bandingkan dengan Indonesia yang guru-gurunya hanya memiliki kualitas seadanya dan merupakan hasil didikan perguruan tinggi dengan kualitas seadanya pula
Dengan kualitas mahasiswa yang baik dan pendidikan pelatihan guru yang berkualitas, tak salah jika mereka menjadi guru-guru dengan kualitas luarbiasa. Dengan kualifikasi dan kompetensi tersebut mereka bebas untuk menggunakan metode kelas apapun yang mereka suka, dengan kurikulum yang mereka rancang sendiri, dan buku teks yang mereka pilih sendiri. Jika negara-negara lain percaya bahwa ujian dan evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangat penting bagi kualitas pendidikan, mereka justru percaya bahwa ujian dan test itulah yang menghancurkan tujuan belajar siswa. Terlalu banyak test membuat guru cenderung mengajar siswa hanya untuk lolos ujian, ungkap seorang guru di Finlandia. Padahal banyak aspek dalam pendidikan yang tidak bisa diukur dengan ujian. Pada usia 18 th siswa mengambil ujian untuk mengetahui kualifikasi mereka di perguruan tinggi dan dua pertiga lulusan melanjutkan ke perguruan tinggi.

Di Finlandia guru tidak mengajar dengan metode ceramah. Suasana sekolah sangat santai dan fleksibel. Terlalu banyak komando hanya akan menghasilkan rasa tertekan dan belajar menjadi tidak menyenangkan. Siswa yang lambat mendapat dukungan secara intensif baik oleh guru maupun siswa lain. Hal ini juga yang membuat Finlandia sukses. Berdasarkan penemuan PISA, sekolah-sekolah di Finlandia sangat kecil perbedaannya antara siswa yang berprestasi baik dan yang buruk. 
Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki. Seorang guru yang bertugas menangani masalah belajar danprilaku siswa membuat program individual bagi setiap siswa dengan penekanan tujuan-tujuan yang harus dicapai, umpamanya: Pertama, masuk kelas; kemudian datang tepat waktu; berikutnya, bawa buku, dlsb. Kalau mendapat PR siswa bahkan tidak perlu untuk menjawab dengan benar, yang penting mereka berusaha. 


Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka. Menurut mereka, jika kita mengatakan "Kamu salah" pada siswa, maka hal tersebut akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akan menghambat mereka dalam belajar. Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya. Jadi tidak ada sistem ranking-rankingan. Setiap siswa diharapkan agar bangga terhadap dirinya masing-masing. Ranking-rankingan hanya membuat guru memfokuskan diri pada segelintir siswa tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya. Kehebatan dan keberhasilan sistem pendidikan di Finlandia adalah gabungan antara kompetensi guru yang tinggi, kesabaran, toleransi dan komitmen pada keberhasilan melalui tanggung jawab pribadi
"Kalau saya gagal dalam mengajar seorang siswa, maka itu berarti ada yang tidak beres dengan pengajaran saya! ,kata seorang guru"
Itu benar-benar ucapan guru yang sangat bertanggungjawab.

Hmm, mungkin agak bagaimana ya kalau kita sedikit membandingkan sistem pendidikan negara kita dengan Finlandia yang mana udah jadi negara maju. Tapi kayaknya bukan masalah deh kayaknya ya, buat bahan evaluasi kita kedepan :)




1) Finlandia : Anak-anak baru bersekolah setelah mereka berusia 7 tahun.
Indonesia : Ada playgroup, TK A, TK B, bahkan sebelum umur 3 tahun pun sudah ada yang ‘menyekolahkan’ anaknya, meskipun memang cuma satu jam dengan tujuan anaknya bersosialisasi. Masalahnya lagi, untuk masuk SD pun sekarang anak-anak DIHARUSKAN sudah bisa membaca. Ada tes masuknya. Jadi ingat percakapan ibu-ibu di commuter line yang curhat soal hal ini. Yang stres bukan cuma anaknya. Orang tuanya lebih lagi.
2) Finlandia : Sebelum mencapai usia remaja, anak-anak ini jarang sekali diminta mengerjakan pekerjaan rumah DAN tidak pernah disuruh mengikuti ujian.
Indonesia : TK pun sekarang sudah punya pekerjaan rumah, meskipun cuma sekedar menebalkan garis dan menulis angka.
3) Finlandia : Hanya ada satu tes yang wajib diikuti oleh pelajar, dan saat itu mereka berusia 16 tahun.
Indonesia : Masuk SD pun ada tesnya. Terutama SD favorit.
4) Finlandia : sekolah tidak membedakan anak yang pintar dan kurang pintar. Seluruhnya ditempatkan di dalam ruang kelas yang sama.
Indonesia : ada beberapa sekolah yang memberlakukan pembagian kelas berdasarkan tingkat intelegensia anak. Contoh : peringkat 1-10 masuk ke kelas A, 11-20 kelas B, dst.
5) Finlandia : Kesenjangan antara murid terpintar dan murid paling tidak pintar di Finlandia adalah yang terkecil di dunia. Artinya, murid paling tidak pintar pun masih terhitung pintar.
Indonesia : kesenjangan begitu terlihat, banyak siswa pintar, yang kurang pun banyak.
6) Finlandia : Setiap guru hanya menghabiskan waktu 4 jam sehari di kelas dan punya waktu 2 jam per minggu yang didedikasikan untuk ‘professional development’.
Indonesia : para guru di Indonesia yang bisa mengajar mulai jam 7 pagi sampai jam 3 sore non stop. Imagine how tired they are
7) Finlandia : Jumlah guru yang dimiliki oleh Finlandia sama dengan jumlah guru di New York, namun jumlah murid yang ditangani jauh lebih sedikit.
Indonesia : Jumlah guru dibandingkan murid sangat jauh, dalam 1 kelas biasa terdapat 35 murid, dan 1 guru.
8) Finlandia : Seluruh sistem pendidikan didanai oleh negara. Gratis total.
Indonesia : meskipun sudah ada beberapa wilayah yang menetapkan pendidikan gratis, masih banyak pungutan2 yg harus dibayar siswa kepada sekolah, seperti uang Lab computer, Lab bahasa, dll.
9) Finlandia : Seluruh guru harus memiliki gelar Master/S2 yang didanai seluruhnya oleh pemerintah.
Indonesia : guru harus mencari biaya untuk melanjutkan pendidikan sendiri, tak ada bantuan pemerintah kepada semua guru.
10) Finlandia : Kurikulum nasional hanya berlaku umum. Setiap guru (sepertinya) diberikan kebebasan mengembangkan metode pengajarannya.
Indonesia : Guru WAJIB mengikuti kurikulum dari pemerintah yang HAMPIR setiap 5 tahun berubah-ubah.
11) Finlandia :yang menjadi guru hanyalah yang merupakan 10 lulusan teratas di universitas.
Indonesia : para lulusan terbaik berprofesi sebagai apa ya? Dokter, pengacara, direktur, investasi dan saham, pegawai Pajak?
12) Finlandia : Status guru di masyarakat setara dengan status pengacara dan dokter. Katanya, kalau masuk ruang kelas di Finlandia, trus murid-muridnya ditanya, Siapa yang bercita-cita jadi guru? Seperempat nya akan mengangkat tangan.
Indonesia : Status guru ( apalagi non-pns) masih sering diremehkan, & dianggap pekerjaan yang kurang mencukupi kebutuhan hidup.
Bagaimana? Apakah smansa lovers sudah sangat menikmati dan menganggap proses belajar adalah hal yang menyenangkan seperti di negara Finlandia itu? 
Tidak ada salahnya buat kita untuk bercermin kepada mereka, kalau itu pada akhirnya membuat kita menjadi jauh lebih baik :D
Sumber Artikel :
http://www.nabawia.com/read/1322/12-perbedaan-sistem-pendidikan-indonesia-finlandia
http://biologimediacentre.com/finlandia-negara-dengan-kualitas-pendidikan-terbaik-di-dunia/